Kamis, 29 November 2012

Kamus Ngapak Banyumasan(inyong rika end)


Kamus Ngapak
Bahasa dibentuk oleh kaidah aturan serta pola yang tidak boleh dilanggar agar tidak menyebabkan gangguan pada komunikasi yang terjadi. Kaidah, aturan dan pola-pola yang dibentuk mencakup tata bunyi, tata bentuk dan tata kalimat. Agar komunikasi yang dilakukan berjalan lancar dengan baik, penerima dan pengirim bahasa harus harus menguasai bahasanya.
Bahasa adalah suatu sistem dari lambang bunyi arbitrer yang dihasilkan oleh alat ucap manusia dan dipakai oleh masyarakat komunikasi, kerja sama dan identifikasi diri. Bahasa lisan merupakan bahasa primer, sedangkan bahasa tulisan adalah bahasa sekunder. Arbitrer yaitu tidak adanya hubungan antara lambang bunyi dengan bendanya.
Fungsi Bahasa Dalam Masyarakat :
1. Alat untuk berkomunikasi dengan sesama manusia.
2. Alat untuk bekerja sama dengan sesama manusia.
3. Alat untuk mengidentifikasi diri.
Oleh karena pada kesempatan ini, akan di perkenalkan tentang bahasa jawa logat banyumasan (selanjutnya di sebut Jawa Ngapak) khas kecamatan Gumelar, Banyumas.  Secara umum Jawa Ngapak di gunakan sebagai sarana komunikasi untuk beberapa kabupaten disekitar banyumas mencakup Purwokerto, Cilacap, Banjarnegara, Brebes dan Purbalingga. Semoga coretan kecil ini bermanfaat dan rekan-rekan bisa memberikan komentar untuk menambah kosakatan tersebut.
A.
Agep=Arep/Akan/Mau
Angkeb-angkep = Tengkurep
B.
Bawon = Bagian Padi Sebagai Ongkos Panen
Bagen Jukun = Biarin Aja
Bencil = tikus
Blijing = Telanjang Dada
Brindis = Habis
Brengkolang = Dilabrak
Badog = makan ( ungkapan kasar)
Blandong = Tukang Tebang pohon/Juragan Kayu
C.
Catho = kepiran
Cipir = penakut
Cungur = Hidung ( kasar )
Cakul = Ikan Kecil
D.
Dages=Dage/Bongkrek
Dobol = Bohong (Ungkapan Kasar)
Dong-dong krel = kenthongan
Dlohom = Bengong
Derep = Panen
Diplong = Dibiarkan terbuka
Dimin = Dulu/madang dimin = Makan Dulu…
Dingin = Dulu/madang dimin = Makan Dulu…
E.
Elik = Marahan
G.
Gambok = sebutan untuk ibu ( mbok )
Gendul = botol
Glebeg= Nagis minta sesuatu
Gigal = Jatuh
Gepuk = Mencangkul Sawah
Genjlong = Gila
Gagian = Cepetan
Gili= Jalan
Geneng = kan ( kata penegas )
Grabisan = nakal
H.
Honon = goblok
I.
Ilokaneng = Apa betul
ijig ijig = tiba-tiba
Iras = langsung ( sekalian )
J.
Jengkok = Kursi kecil
Jidag = Gagah/Cekatan
Jimot = ambil
K.
Kader = Cuman
Kampil = Bantal
Kayonge = Kayaknya
Kerungkeb = Tersungkur
Kemradak = Tunggang Langgang
Kondong= Tempat Menyimpan Hasil Panen ( Gudang )
Kebataneng = Lalu
L.
Letrik = Lenjeh/Kemayu
Lengib = Gila
M.
Men = sekali (Kata Penegas) Adoh men = Jauh Sekali
Mblangkemi = infeksi
Mlimping = Kelihatan sexy/Imut
Mboran = Kayaknya
Mbathu-Mbathu = Makan/makan sampai monyong
Mbentongor = Tidak Sopan
Mawi = Tidak usah
Marah = Buruan
Maring= Ke
Mrangal= tertawa lebar
N.
Nedak= Menerobos tempat orang lain
Ndresani=melasi/kasihan
Ndremimil= Nyrocos
Ndongos= Mrongos/Tonggos
Ndandeng = bepergian jauh
Ngersula= Mengeluh
Ngenthurit = lari secepat-cepatnya
Nyekek = makan (ungkapan Kasar )
Njlungkanang = Terbalik,bergelimpangan (pada terbalik )
Nin (iya nin ) = Kata penegas untuk mengiyakan
Nglius = Pergi begitu saja
Nyingik = Menonjol tapi kecil
Ngayag = Tidak Jelas ( Sikap )
Nawin ( iya nawin ) = Kok..( iya kok )
Ngedap = Males
Nylingker = Melingkar,muter
Ngedeng /kedengen= Tiduran
Nyaut= Menimpali
Njubleg = duduk
O.
Ora ketang = Paling tidak
P.
Penjorangan = Sembarangan
Panggeng = Terpatung
Pager = Gedeg/dinding dari anyaman bambu
R.
Retung= Banget/Tidak Terhitung
Regem =Menangkap Ikan dengan Tangan
Rawogan = Ngragas/Apa-apa Doyan
S.
Sander = cepat
Siwur = Gayung
Senthong = Kamar
Sipet = dimatikan
Sonten = Walaupun
Suwung=Kosong
Slepa = Tempat tembakau
T.
Tawasan = Kalau tau begini
Tiriggan = Ikut-ikutan
Tlanjikan = Pecicilan
Tegi = Tutup (ditutup)
Thuklu = Kursi Kecil
Gandulekor.blogspot.com

Sabtu, 17 November 2012

ndaweg yuh ndaweg

Dawegan Gandulekor

image

nek aku neng kampung mesti aku met dawegan neng kebone kakine,tapi siki wis sue banget aku ora balik kampung.wis ngiler dawegan kiyeh,,,,,heeeeheeee,,,,,
neng kene tah wite klapa be ora ana apamaning dawegan sing esih seger,ana paling dawegan wayu sing de gawa bakul sekang kampung,,,ya kurang seger yowhhhh

Gembus Gandulekor


GEMBUS – pangANAN TRADISIONAL KHAS BANYUMAS 

pas aku bali kampung maring gandulekor aku maring pasar nggelet jajan ,,eehhhhh aku weruh jajan sing sue aku ora mangan yakue gembus jenenge.
image
aku karo mamake tuku 10ewu,tek gawa bali maring ngumah terus ramane aku met dawegan,,,jiand de pangan karo ndaweg enake pouullll.
NAH KIYE RESEPE
Gembus kue gaweane sekang buding sing diparut terus diperes banyune, karo decampur bumbu, degodog setengah mateng terus de gawe bunderan kaya gambar neng nduwur. bar kue de ntun disit kon madan garing. nek wis madan garing mbene de goreng.nggorenge aja ke garingen paling nek warnane wis madan kuning kuning coklat kaya kae.
Pas aku mangan karo rubungan jiand mathuk banget,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
Tapi kenang apa siki wis jarang banget bakul gembus yowh,,,,,,,,,,,,,,,,,,,,
ngko lah nek balik kampug aku rep tuku gembus maning,,,,,,,,,,

nggo bapane ko pada kiye nek nandur pari,,,,,,,,


CARA BUDI DAYA PADI YANG BENAR

CARA BUDI DAYA PADI UNGGULAN .



PENDAHULUAN
 

Dalam rangka upaya peningkatan produksi tanaman padi sawah melalui cara dan dikerjakan dengan cara sebaik - baiknya dan agar supaya dapat meningkatkan mutu tanaman padi sawah
dan agar dapat tubuh dan perkembangan tanaman yang baik dan memperoleh hasil yang tinggi
kita harus memperhatikan hal - hal berikut ini .


1.MEMILIH VARITAS atau PADI UNGGUL
Diusahakan kita memilih bibit padi yang bersertifikat atau sudah resmi dari pemerintah
dan setelah padi di dapat lebih baik direndam selama satu sampai lima ban air rendaman diganti sati hari sekali .
ini contoh padi yang bersertifikat : padi CIHERANG dan padi CIBOGA .


2. PERSEMAIAN
Pembuatan persemaian harus di pilih lokasi yang aman dari serangan tikus dan mudah kita kontrol setiap hari . luas persemaian 4% dari luas areal yang akan ditanami . tanaman padi yang akan di buat persemaian kira-kira umur 23 sampai 26 hari dan sudah bisa ditanam dilahan sawah .


3. PENGOLAHAN TANAH
Pengolahan tanah harus sempurna, sebelum di bajak tirlebih dahulu di genangi air sesudah di genangi air lalu di bajakdenganmenggunakan mesin pembajak sawah atau bisa juga dengan kerbau .


4. TANAMAN PADI
Jarak tanaman diatur garis lurus dengan jarak 20 kali 20 . tiap lubang ditanami 2 sampai 3 saja .


5. PEMUPUKAN 
di bawah ini Macam - macam pupuk yang digunakan dalam budi daya padi.

A.PUPUK ORGANIK

pupuk ini digunakan untuk memperbaiki fisik kesuburan tanah.

B.OREA / pupuk N (niteogen)
Pupuk ini berfungsi untuk merangsang pertumbuan tanaman secara keseluruan dan kususnya batang , cabang , dan daun serta membantu menghijaukan daun dengan sempurna dan juga membantu fotosintesis.

C.PUPUK SP36
Yang berfungsi untuk pertumbuan akar kususnya tanaman muda dan dapat membanta
 asimilasi dan pernafasan serta mempercepat pembungaan dan memasakan buah .

D.PUPUK ORGANIK CAIR atau POC
Gunanya untuk menambah unsur - unsur mikro dan sesuai dengan tanaman padi .

E.PUPUK KCL atau PUPUK KALIUM
Berfungsi untuk memperkuat tanaman agar daun,bunga,dan buah tidak mudah gugur, juga menjadikan tanaman lebih
 tahan terhadap kekeringan dan pemasakan buah .


6. JUMLAH PUPUK DAN WAKTUNYA
Cara - cara mengatur komposisi yang benar.

A.Pupuk DASAR OREA 100kg/hektar SP36 100kg/hektar , waktunya diberikan 1 hari sebelum tanam .


B.Pemupukan ke 2 OREA 100kg/hektar , waktunya 15 hari sesudah tanam , dengan cara di semprotkan .

C.Pemupuken ke 3 OREA 100kg/hektar , waktunya padi berusia 45 tahun setelsh tanam ,dan cara di semprotkan ke tanaman .


7.PEMBERIAN AIR
Pemberian air tanaman harus umur 0 sampai 10 hari dan minimal padi setinggi 5cm (genangan air), umur 10 sampai 35 hari setinggi 10cm ,umur 40 sampai 100 hari setinggi 10cm . tanaman padi pada umur 110 hari air dibuang atau di keringkan .


8. PENGENDALIAN HAMA dan PENYAKIT
Hama yang perlu di waspadai adalah
tikus,wereng,sundep,dan harus di adakan pengendalian atau pemberantasan dan apa bila ada serangan sebaiknya di semprot dengan insektisida dan kalau tidak ada tidak perlu .

9.PANEN
Panen di lakukan pada saat tanaman padi sudah umur 130 hari atau sudah 90% menguning,
cara memanen dengan alat sabit kemudian alas untuk memoto
ng batang padi dan kemudian di tumpuk setelah di tumpuk padi di rontokan dengan alat perontok yang namanya doser alau sudah di rontokan di bawapulang dan di jemur di bawah terik matahari kalau sudah menguning dikemas dalam karung dan terus dijual di pengepul .

ora usah adoh adoh nonton lengger neng kene be ana


sapa sing pengin nonton ebeg wuru cakilan


tour slaka taun baru ndisit wis sue sekitar taun 2011



NYLEKAMINE POUL





RESEP MENDOAN
Bahan:
10 potong tempe, potong setebal 1/2 cm
5 siung bawang putih, haluskan
2 cm kencur, haluskan
1 sendok makan ketumbar halus
Garam secukupnya
100 gram tepung beras
100 gram tepung terigu
Air secukupnya
Minyak goreng secukupnya
Cara membuat:
  1. Campur bawang, kencur, ketumbar, garam, tepungberas, terigu, air sampai cukup encer.
  2. Celup tempe ke dalam adonan.
  3. Goreng sampai setengah matang. Angkat. Sajikan.

ebeg

Asal-Usul Kuda Kepang



Kuda Kepang
 atau sering disebut Kuda lumping tumbuh subur dan berkembang di daerah Kendal atas, seperti Limbangan, Boja, Singorejo, Patean, Sukorejo, Pegeruyung dan Plantungan. Beberapa daerah tersebut di atas, merupakan daerah pegunungan yang ciri khas sosial masyarakatnya masih lekat dengan budaya gotong royong.

Beberapa waktu lalu, group kuda Kepang Turonggo Mudo, Semanding Limbangan pernah terpilih sebagi duta kesinian untuk pentas di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta. Di 13 desa di wilayah Singorojo terdapat 26 kelompok / group seni kuda Kepang. Yang menarik di desa Getas, kelompok kuda Kepang ini anggotanya adalah anak-anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar (SD).

Awalnya menurut sejarah, seni kuda Kepang lahir sebagai simbolisasi bahwa rakyat juga memiliki kemampuan (kedigdayaan) dalam menghadapi musuh ataupun melawan kekuatan elite kerajaan yang memiliki bala tentara. Disamping juga sebagai media menghadirkan hiburan yang murah meriah namun fenomenal kepada rakyat banyak.

Quote:
Kesenian ini menggunakan kuda bohong-bohongan terbuat dari anyaman bambu yang diiringi oleh musik gamelan seperti gong, kenong, kendang dan slompret. Penari kuda Kepang yang asli umumnya diperankan oleh anak putri yang berpakain lelaki bak prajurit kerajaan.
Bunyi pecutan (cambuk) besar yang sengaja dikenakan para pemain, menjadi awal permainan dan masuknya kekuatan mistis yang bisa menghilangkan kesadaran si pemain. Dengan menaiki kuda dari anyaman bambu tersebut, penunggang kuda yang pergelangan kakinya diberi kerincingan berjingkrak –jingkrak, melompat –lompat hingga berguling-guling di tanah. Tak hanya itu, penari kuda Kepang yang sudah kesetanan itu pun melakukan atraksi yang cukup berbahaya, seperti memakan beling (kaca) dan mengupas sabut kelapa dengan gigi taringnya. Biasanya, beling yang digunakan adalah bolam lampu layaknya orang kelaparan, tidak meringis keasakitan dan tidak ada darah pada saat ia menyantapnya. Bunyi pecutan yang tiada henti mendominasi rangkaian atraksi yang ditampilkan, setiap pecutan yang dilakukan oleh pawang dalam permainan mengenai kaki dan tubuhnya si penari dan akan memberikan efek magis.

Semarak dan kemeriahan permainan kuda Kepang menjadi lebih lengkap dengan ditampilkannya atraksi semburan api yang disemburkan pada sebuah oncor. Oncor adalah alat penerangan dari batang bambo yang diberi sumbu.

Sebagai sebuah atraksi penuh mistis dan berbahaya tarian kuda Kepang dilakukan di bawah pengawasan seorang pimpinan supranatural atau biasa disebut pawang atau dukun. Biasanya, sang pawang adalah seorang yang memiliki ilmu gaib yang dapat mengembalikan kesadaran penari yang kesurupan dan mengusir roh halus yang merasuki sang penari. 

aja isin nganggo bahasa ngapak


JANGAN MALU BERBAHASA BANYUMASAN
           
            Akan punahkah Bahasa Jawa dialek Banyumasan seperti bahasa dialek lain di Indonesia yang sudah lebih dulu punah ?
Mudah-mudahan tidak, karena Wong Banyumas dan sekitarnya masih dalam kesehariannya masih menggunakannya, walaupun kadang merasa malu jika berbicara di muka umum apalagi didengar oleh orang dari liar Banyumas khususnya orang Jogya – Solo yang notabene dialeknya lebih halus.
            Banyak yang mengangap bahasa Banyumasan itu “ndesani”. Warga Banyumas yang meliputi Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara sudah dikenal si seluruh Indonesia sebagai dialek “ngapak ngapak” yang menjadi bahan tertawaan. Hal ini  bisa kita lihat di acara televisi khususnya acara humor, dimana penonton televisi dibuat tertawa setiap muncul dialek Banyumasan. Salah contoh adalah Artis Tukul Arwana yang selalu memunculkan gurauan dialek Banyumas “Balik maning nang laptop, kaya kuwe…..”. 
            Hal demikian menjadikan saat ini warga Banyumas malu berbahasa dialek Banyumasan, padahal mengandung unsur keunikan sebagai kebanggaan sehingga kita tidak segan menggunakannya sebagai bahasa pengantar sehari-hari baik dalam pertemuan formal maupun informal.
            Upaya pelestarian bahasa Jawa dialek Banyumasan bukan hanya tanggung jawab Dinas Pendidikan atau Dinas Kebudayaan dan Pariwisata saja, yang salah satu tupoksinya adalah pelestartian budaya Banyumasan, tetapi  merupakan tanggung jawab semua orang Banyumas.
            Untuk mecapai hasil yang optimal dalam melestarikannya, memerlukan dukungan politis, bahkan mungkin lewat surat Edaran Bupati atau Surat Keputusan Bupati Banyumas yang intinya upaya pelestarian penggunaan bahasa Jawa dialek Banyumasan di semua tingkatan, mulai dari tingkat RT-RW, selapanan Desa/Kelurahan, pertemuan tingkat Kecamatan dan tingkat Kabupaten  untuk dihimbau menggunakan bahasa Jawa dialek Banyumasan pada kesempatan pertemuan, atau dianjurkan dalam sebulan ada pekan ngomong banyumasan bagi Warga Banyumas.
            Bagi warga Banyumas pendatang yang berdomisili di banyumas dan belum fasih berbahasa dialek banyumasan, tidak ada sanksi jika belum dapat berdialek banyumaan dengan baik dan benar. Kenyatannya di masyarakat sudah banyak para pendatang yang mulai belajar dan menyesuaikan diri dengan menggunakan bahasa banyumasan.
            Sebetulnya dialek Banyumasan tidak jauh berbeda dengan bahasa tetanga seperti Sunda, Jogyo, Solo, Jawa Timur dan Madura. Yang berbeda prinsipnya hanya dialeknya saja, sehingga bahasa kita masih bisa dipahami oleh mereka. Jika ada perbedaan arti, prosentasenya sangat kecil. 
            Kita kagum pada suku bangsda lain di Indonesia yang tetap konsisten dan tidak malu-malu mengunakan bahasa ibu seperti orang Sunda, Batak, Madura, Bugis, Minang dan sebagainya yang dengan bangganya  menggunakan bahasanya sendiri.
            Jika Pemerintah Kabupaten Banyumas mempunyai misi untuk melestarikan budaya Banyumasan, tentunya termasuk dialek bahasa banyumasan. Para pendidik juga harus belajar dan menggali lebih banyak lagi pengetahuan tentang Banyumas baik budaya, sejarah, serta tradisi Wong Banyumas.
            Dinas Kebudayan dan Pariwisata Kabupaten Banyumas pernah mengadakan sarasehan untuk mengambil langkah-langkah pelestarian bahasa jawa dialek banyumasan. Bahkan pernah mengusulkan agar di Kabupaten Banyumas segera dibentuk Lembaga atau Badan Pelestari Bahasa Jawa dialek Banyumasan, tetapi kendalanya adalah tidak adanya dukungan politi, morial dan material. Paing tidak Dinbudpar dalam upayanya telah banyak melangkah, misinya mempelopori lomba pidato bahawa jawa dialek banyumasan, memerbitkan brosur-brosur tentang sastra banyumasan dan kegiatan lain yang menjurus pada pelestarian budaya banyumasan.
            Kepada Wong Banyumas atau mereka yang selalu mengaku sebagai Wong Banyumas agar tidak malu atau sungkan berbicara mengunakan dialek banyumasan, terutama kepada para generasi muda yang takut dikatakan “ndesani dan katrok” jika berdialek banyumasan.
            Contoh kongkrit yang patut ditiru adalah Bapak Bupati Mardjoko, dalam setiap Sambutan/arahannya pada acara rapat beliau lebih banyak mengunakan bahasa dialek Banyumasan daripada harus menggunakan dialeh Bahasa Indonesia. Ini terdengan lebih akrab dan  lebih dekat dengan masyarakat/audiannya.
            Lebih baik jika mulai sekarang dalam pembuatan spanduk, slogan serta ajakan kepada masyarakat menggunakan bahasa dialek banyumasan. Nampaknya akan lebih mengena dan menarik untuk dibaca daripada mengunakan bahasa Indonesia yang saudah umum.

www.gandulekor.co.id

Jumat, 16 November 2012

sejuknye


Opening

             Gandulekor itu sebuah kampung tepatnya di desa Kaliwangi kec.Purwojati Kab .Banyumas Jawa Tengah.Dengan keadaan lingkungannya yang masih alami, udara yang masih bersih dan sejuk karena letaknya di daerah pegunungan  membuat daerah ini menjadi tempat paling nyaman bagi penduduk setempat.Para penduduk gandulekor masih sangat mengutamakan adat istiadat yang berpegan pada sistem gotong royong dan saling  menghargai antar sesama. salah satu daerah yang terkenal di gandulekor adalah bedeng.